Latar Belakang Pengajaran Tabernakel

F.G van Gessel (9 Des 1893 – Juni 1958) adalah seorang tokoh gereja di Indonesia. Pada suatu hari di tahun 1935, saat beliau membaca Injil Yohanes 1:14 "Dan firman telah menjadi daging dan diam di antara kita...." Kemudian Roh Kudus mengungkapkan sesuatu yang besar dan beliau membacanya demikian: "Dan firman telah menjadi daging dan bertabernakel (bahasa Yunani skenoo, artinya: mendirikan/mendiami/sebuahpondok/tempat tinggal sementara) diantara kita ..... "Inilah awal 'pencerahan' hal Pengajaran Tabernakel yang terus diungkap-bukakan Allah Roh Kudus pada beliau. Sekarang Tabernakel ini menunjukan pada: tubuh manusia jasmani / rohani sebagai tabernakel tempat kediaman Roh Kudus (1Kor3:16,17; 6:19,20). Dan Pengajaran Tabernakel ini dilanjutkan oleh hamba-hamba Tuhan yang lain.

Tujuan akhir Pengajaran Tabernakel ini adalah gereja sebagai Mempelai Wanita yang dipersiapkan bagi Mempelai Sorga yaitu Kristus, Anak Domba Allah (Why 19:7; 8:21-22)! Itulah yang disebut Kabar Mempelai dalam Terang Tabernakel yang mampu membawa gereja melangkah menuju sasaran yang mulia: Perjamuan Kawin Anak Domba (Why 19:7).

Banyak hamba Tuhan telah mengalami keubahan dan pertumbuhan rohani yang luar biasa dalam kehidupan pribadi, nikah, keluarga dan tahbisan pelayanan mereka karena menghayati dan melakukan dengan tekun Firman Tuhan sesuai pola Kabar Mempelai dalam Terang Tabernakel ini.

 

Dari LEMPIN-EL sampai STTIA

Pada tahun 1968. Pdt. In Yuwono (1927 1989), salah seorang murid dari Pdt. F. G. van Gessel, didukung oleh rekan rekan hamba Tuhan lainnya, telah mendirikan Lembaga Pendidikan Elkitab (LEMPIN-EL) di Surabaya; dan kemudian dilanjutkan oleh Pdt. Pong Dongalemba (1936 2002), sampai angkatan ke XXVI (2002). Dalam menghadapi pelayanan yang semakin kompleks, dipandang perlu untuk meningkatkan wawasan hamba – hamba Tuhan di dalam Kabar Mempelai, maka pada tahun 2004, Pdt. Paulus Budiono bersama rekan-rekan hamba Tuhan dalam dan luar negeri bersepakat meningkatkan status LEMPIN-EL menjadi suatu program Pendidikan Alkitab dengan tetap berlandaskan pada Kabar Mempelai dalam Terang Tabernakel, yaitu:

 

Sekolah Alkitab Pengajaran Tabernakel Kabar Mempelai Internasional ( SAPTA KMI )

Hingga tahun 2007, SAPTA KMI telah menghasilkan Angkatan ke-tiga, namun pada era globalisasi ini dimana tantangan dalam pelayanan hamba-hamba Tuhan dirasakan semakin besar dan bersifat multi-dimensional maka Pdt. Paulus Budiono bersama para dewan guru terus berbenah untuk meningkatkan SAPTA KMI menjadi sebuah Sekolah Tinggi Teologi (STT). Pendidikan teologi dipandang sangat perlu untuk meningkatkan kualitas pelayanan hamba-hamba Tuhan dalam Kabar Mempelai pada zaman akhir ini.

Hanya oleh Kasih & KemurahanNya, pada bulan Agustus 2007 dibuka Program Pendidikan Sarjana Teologi Strata 1 (S-1) yaitu :

 

SEKOLAH TINGGI TEOLOGI TABERNAKEL INDONESIA ( STTIA )

 

paulus-budionopaulus-budiono

 

Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia ( STTIA ) dikelola oleh Yayasan Tabernakel (Skene Tou Theou) bersama :

 

Sidang Jemaat Gereja 'Kristus Ajaib'

Jl. Johor 47 – Surabaya

dan

Sidang Jemaat Gereja 'Kristus Gembala'

Jl. Lemah Putro I / 18 – Surabaya