Latar Belakang

Berawal dari tanggapan atas kerinduan Allah kepada manusia untuk mengasihahi-Nya secara komprenhensif seperti tertuang didalam Markus 12:30 “Kasihilah Tuhan, Allahmu dengan segenap hatimu dan segenap akal budimu dan segenap kekuatanmu", oleh pertolongan Tuhan, STTIA hadir menjadi sebuah lembaga pendidikan yang berdedikasi hanya untuk memuliakan Tuhan. Dengan Kerinduan menjadi jawaban atas kebutuhan lembaga-lembaga Kristen maupun lembaga professional lainnya, akan hadir pribadi hamba Tuhan dan pemimpin yang berintegritas, berkualitas, professional dan berkarakter Kristus. STTIA selalu berbenah diri dan meningkatkan kualitas program studinya

Sekolah Tinggi ini pada awalnya bernama LEMPINEL (Lembaga Pendidikan Elkitab) yang didirikan tahun 1968 oleh Pdt. In Juwono. Kemudian pada tahun 2003 ditingkatkan oleh Pdt. Paulus Budiono beserta rekan-rekan hamba Tuhan dari dalam dan luar negeri menjadi SAPTA KMI (Sekolah Alkitab Pengajaran Tabernakel Kabar Mempelai Internasional). Program Diploma 1 Tahun. Dalam menghadapi segala tantangan pelayanan yang semakin kompleks dan bersifat multi dimensi, maka pada tahun 2007, SAPTA KMI ditingkatkan menjadi SEKOLAH TINGGI TEOLOGI TABERNAKEL INDONESIA (STTIA).

Dengan demikian calon-calon hamba Tuhan ini dapat memperoleh pendidikan bejenjang Stratum Satu (S1) yang setelah lulus nantinya akan memiliki gelar Sarjana Teologi (S.Th.). Dan bagi pendidikan Pasca Sarjana (S2) akan memiliki gelar Magister Teologi (M.Th.).

Pusat Pembentukan memberi makna bahwa STTIA bertekad menjadi lembaga pendidikan yang dipercaya oleh mesyarakat Indonesia untuk mendidik putra-putri mereka. Hasil akhirnya pendidikan adalah seorang hamba Tuhan, yaitu seorang pemimpin berhati hamba yang melayani Tuannya, Tuhan Yesus Kristus, dalam keseharian hidupnya, berwujud nyata di dalam perkataan, sikap dan tindakan sehari-hari. Alumnus memiliki jiwa/hati/karakter hamba karena Tuan para alumnus adalah Tuhan yang meninggalkan semua kemudian kemulian surgawi untuk datang melayani.

Pemimpin tersebut adalah seorang hamba Tuhan yang Biblika-Komrehensif, arti hidup berasaskan Alkitab seutuhnya, luas dan lengkap dalam hal ruang lingkup atau isi serta mempunyai dan lengkap dalam hal ruang lingkup atau isi serta mempunyai dan memperlihatkan wawasan yang luas. Pemimpin tersebut adalah juga seotang hamba Tuhan yang profesional, artinya dia memiliki kepandaian atau keahlian khusus, serta mampu bersikap dan bertindak sesuai dengan prifesinya.

Pemimpin tersebut adalah juga seorang hamba Tuhan yang memberi impak global, artinya secara pribadi dia terus mengalami keubahan oleh pengenalannya akan Tuhan Yesus Kristus, dan meneruskan perubahan itu kepada orang lain melalui kesaksian hidupnya dalam hal perkataan, sikap dan perbuatan, baik di wilayah regional, nasional, sampai ke dunia global.

Metode Pembelajaran yang ada di STTIA tidak berfokus pada pemenuhan kebutuhan horizontal semata tetapi harus mengarah kepada sasaran yang bersifat kekal, yaitu keselamatan umat manusia. Semuanya diterapkan dalam bentuk teori maupun praktik yang mencakup Head, Heart, Hand dan Habbit. Itulah sebabnya, moto STTIA adalah: Global Impact of Biblical Daily Life-Changing Experience (pengalaman keubahan hidup Alkitabiah sehari-hari yang memberi impak global).